Senin, 15 Juli 2019

Rahasia Dibalik Bisnis Budidaya Hewan yang Masih Dipandang Sebelah Mata


Saat ini, budidaya hewan masih menjadi bisnis yang dipandang sebelah mata bagi sebagian besar masyarakat, khususnya di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan, jenis usaha ini memang biasanya dilakukan di lokasi yang tidak higenis dan cenderung kotor.

Maka dari itu, banyak yang lebih memilih untuk menjalani bisnis lain seperti fashion dan kuliner ataupun bekerja di kantor dengan ruangan ber-Ac dibandingkan harus berkotor ria menjalani bisnis bidudaya hewan.

Padahal, masih banyak yang belum tahu bahwa bisnis budidaya hewan ini, walaupun terdengar cenderung kotor dan menjijikan, namun ternyata mampu mendatangkan keuntungan yang sangat besar lho. Lalu, apa saja sih kelebihan dari budidaya hewan ini?

1. Modal yang Kecil

Membuat bisnis budidaya hewan tidaklah membutuhkan modal yang besar, setidaknya tidak sebesar ketika anda membuat bisnis fashion ataupun kuliner. Sebagai permulaan, anda bisa memilih jenis hewan yang paling murah dan sederhana terlebih dahulu, seperti lintah.

Harga dari bibit lintah itu sendiri hanya sekitar Rp. 1000 per ekor saja. Mengurusnya pun juga tidak terlalu sulit. Anda hanya membutuhkan satu kolam kecil. Selain itu, lintah yang tidak mudah terkena penyakit dan mati membuat jenis hewan ini juga hampir tidak memiliki risiko.

Dengan membeli bibit lintah seharga Rp. 1000 saja, anda bisa menjual seekor lintar dewasa dengan harga Rp. 3000. Memang terdengar cukup sederhana, bukan? Percaya atau tidak, dengan hanya membudidaya lintah, anda bahkan bisa mengantongi omzet hingga Rp. 9 juta lho.

Seiring terkumpulkan keuntungan sedikit demi sedikit, anda juga bisa mulai menambah jenis hewan yang akan di budidaya, seperti cacing sutera, belut, bekicot, dan masih banyak lagi.

2. Tidak Membutuhkan Lahan yang Luas

Sebagai permulaan, anda tidak perlu membeli lahan khusus. Budidaya hewan ini bisa dimulai dengan memanfaatkan lahan yang ada di rumah anda. Misalkan untuk budidaya lintah, anda hanya memerlukan kolam kecil saja. Pada nantinya, seiring dengan bertambahnya jenis hewan yang akan anda budidaya, barulah anda bisa mulai mencicil untuk membeli lahan yang lebih luas.

3. Pangsa Pasar yang Jelas

Membuka budidaya hewan memiliki pangsa pasar yang jelas sehingga anda tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk menentukan segmentasi ataupun target pasar. Seiring dengan semakin banyaknya orang-orang yang tertarik dengan bidang ini, semakin tinggi pula permintaan pasar yang membuat budidaya hewan menjadi salah satu prospek bisnis yang cukup menjanjikan.

4. Bisa Dimanfaatkan untuk Kehidupan Sehari-hari

Jika anda melakukan budidaya seperti Ayam, Sapi, atau bebek, anda juga bisa memanfaatkannya sebagai penambah protein atau melengkapi nutri yang diperlukan bagi tubuh. Sebagai contoh, ketika membudidaya ayam, anda bisa sekaligus mengambil telur dan dagingnya untuk dikonsumsi. Selain itu, Sapi juga bisa anda manfaatkan untuk diambil daging dan susunya.

Tentu dengan begitu anda bisa sekaligus lebih berhemat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setidaknya, anda sudah tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli daging, susu, dan telur.

Walaupun cenderung masih dipandang sebelah mata, budidaya hewan ini memberikan peluang yang sangat besar bagi anda untuk mendapatkan keuntungan yang fantastis. Tanpa memerlukan modal besar, anda sudah bisa menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah.

Bagi anda yang masih bingung, sebenarnya banyak lho hewan-hewan yang bisa dibudidaya, seperti Lintah, Katak Lembu, Cacing Sutera, Kecoak Madagaskar, hingga hewan-hewan ternak. Namun, tentu setiap hewan-hewan tersebut memiliki kelebihan ataupun kekurangannya masing-masing.

Bagi anda yang mau mencari informasi lebih lanjut mengenai budidaya hewan dan kemungkinan modal yang perlu anda keluarkan, baca saja artikelnya di https://www.cekaja.com/info/bisnis-budidaya-ini-bikin-jijik-tapi-untungnya-bisa-mencapai-50/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar